INGAT MATI

Sungguh ke
Matian yang terjadi dari orang di sekeliling kita banyak
menyadarkan kita. Oleh karenanya, kita diperingatkan untuk banyak-banyak
mengingat
Mati. Dan faedahnya amat banyak. Belia, muda, maupun tua
tidak ada yang tahu, mereka pun bisa merasakan ke
Matian. Sebulan yang
lalu, mungkin kita melihat saudara kita dalam keadaan sehat bugar dan ia
pun masih muda dan kuat. Namun hari ini ternyata ia telah pergi
meninggalkan kita. Kita pun tahu, kita tidak tahu kapan maut menjemput
kita. Entah besok, entah lusa, entah kapan. Akan tetapi dengan ke
Matian
saudara kita yang secara dzahir masih segar bugar namun ajal telah
menjemputnya, sebenarnya itu sudah cukup sebagai pengingat, penyadar
dari kelalaian kita. Bahwa kita pun akan sama dengannya, akan kembali
pada Allah. Dunia akan kita tinggalkan di belakang. Dunia hanya sebagai
lahan mencari bekal.
Alam akhiratlah tempat akhir kita.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
“
Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” (HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292.
Hadits ini
hasan shahih menurut Syaikh Al Albani).
Yang dimaksud adalah keMatian. KeMatian disebut haadzim (pemutus) karena ia menjadi pemutus kelezatan dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar