Islamic Blog
blog mengenai hal-hal tentang islam
Selasa, 07 Januari 2014
Kumpulan Penjelasan Mengenai Perayaan Maulid Nabi
Berikut ini kami sajikan kumpulan penjelasan mengenai perayaan Maulid Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.
Semoga permasalahan yang selalu menjadi polemik setiap tahunnya ini
dapat dipahami secara ilmiah dan juga menyeluruh. Bagi pihak yang
kontra, harap menyimak penjelasan-penjelasan berikut dengan seksama,
hati yang tenang dan pikiran yang jernih agar tidak muncul
prasangka-prasangka buruk, semisal prasangka bahwa melarang perayaan
Maulid adalah mengkafirkan dan menyesatkan setiap orang yang mengikuti
perayaan tersebut.
Semoga Allah melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua.
Semoga Allah melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua.
Kewajiban Cinta Kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam
- Cinta Sejati Kepada Sang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
- Mana Bukti Cintamu pada Nabi?
- Hak dan Kewajiban Umat Terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (1)
- Hak dan Kewajiban Umat Terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (2)
- Ensiklopedia Maulid Nabi (1): Cinta Kepada Rasul, Dahulu dan Sekarang
Antara Cinta Nabi dan Maulid Nabi
- Antara Cinta Nabi dan Perayaan Maulid Nabi (1)
- Antara Cinta Nabi dan Perayaan Maulid Nabi (2)
- Antara Cinta Nabi dan Perayaan Maulid Nabi (3)
- Ensiklopedia Maulid Nabi (2): Antara Cinta Rasul & Perayaan Maulid
- Merayakan Maulid dalam Rangka Mengagungkan Nabi
Hukum Merayakan Maulid
- Apa Hukum Merayakan Maulid Nabi?
- Tanggal Kelahiran Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
- Hukum Menghadiri Perayaan Maulid Nabi
- Soal-151: Berbuat Bid’ah Karena Tidak Tahu
Maulid Nabi Adalah Bid’ah Hasanah?
- Mengenal Seluk Beluk BID’AH (1): Pengertian Bid’ah
- Mengenal Seluk Beluk BID’AH (2): Adakah BID’AH HASANAH?
- Mengenal Seluk Beluk BID’AH (3): Berbagai Alasan Dalam Membela Bid’ah (Internet, HP, pesawat terbang, dll apakah bid’ah? Silakan baca artikel ini)
- Mengenal Seluk Beluk BID’AH (4): Dampak Buruk BID’AH
- Jadilah Perintis Sunnah Hasanah Bukan Bid’ah Hasanah!
- Sunnah Hasanah atau Bid’ah Hasanah?
- Mengapa Maulid Nabi Dikategorikan Sebagai Bid’ah?
- Bid’ah Hakiki Dan Bid’ah Idhafiy
- Apakah Anda Tidak Takut Berbuat Bid’ah?
- Bid’ah Bukan Dalam Urusan Dunia
- Ibnu Taimiyah, Ibnu Hajar, Shalahuddin Al Ayubi Pro Maulid Nabi?
- Tidak Semua Pendapat Dalam Khilafiyah Ditoleransi
- Soal-70: Ulama Salaf Membolehkan Perayaan Maulid?
- Soal-130: Hukum Maulid=Hukum Pemberian Harokat?
- Soal-131: Hukum Maulid=Hukum Kultum Tarawih?
- Soal-132: Maulid Nabi Merupakan Adat?
- Soal-133: Maulid Nabi Merupakan Sarana Sebagaimana Internet?
- Soal-145: Maulid Boleh Karena Ijtihad Ulama?
- Soal-146: Pengumpulan Al-qur’an=Bid’ah Hasanah?
Selasa, 12 November 2013
Tips Pacaran Secara Islam
Buat yang nyari Tips pacaran secara cara islam, bagaimana cara pacaran yang islami, ini dia tips yang Pacaran Islami.1. Jangan berduaan dengan pacar di tempat sepi, kecuali ditemani mahram dari sang wanita (jadi bertiga)
“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341, Lihat Mausu’ah Al Manahi Asy Syari’ah 2/102]
“Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya“ (HSR.Tirmidzi)
2. Jangan pergi dengan pacar lebih dari sehari semalam kecuali si wanita ditemani mahramnya
“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian sehari semalam tidak bersama mahromnya.” [HR Bukhori: 1088, Muslim 1339]
3. Jangan berjalan-jalan dengan pacar ke tempat yang jauh kecuali si wanita ditemani mahramnya
“…..jangan bepergian dengan wanita kecuali bersama mahromnya….”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341]
4. Jangan bersentuhan dengan pacar, jangan berpelukan, jangan meraba, jangan mencium, bahkan berjabat tangan juga tidak boleh, apalagi yang lebih dari sekedar jabat tangan
”Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)
Bersabda Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wassallam: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR Malik 2/982, Nasa’i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll]
5. Jangan memandang aurat pacar, masing-masing harus memakai pakaian yang menutupi auratnya
“Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya..” (Al Qur’an Surat An Nur ayat 30)
“…zina kedua matanya adalah memandang….” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)
6. Jangan membicarakan/melakukan hal-hal yang membuat terjerumus kedalam zina
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra 32)
“Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah mencium.” (H.R. Muslim dan Abu Dawud)
7. Jangan menunda-nunda menikah jika sudah saling merasa cocok
“Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
“Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan kemaluan.” (H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.)
INGAT MATI !!!!!!!!!!!!
INGAT MATI
Sungguh keMatian yang terjadi dari orang di sekeliling kita banyak
menyadarkan kita. Oleh karenanya, kita diperingatkan untuk banyak-banyak
mengingat Mati. Dan faedahnya amat banyak. Belia, muda, maupun tua
tidak ada yang tahu, mereka pun bisa merasakan keMatian. Sebulan yang
lalu, mungkin kita melihat saudara kita dalam keadaan sehat bugar dan ia
pun masih muda dan kuat. Namun hari ini ternyata ia telah pergi
meninggalkan kita. Kita pun tahu, kita tidak tahu kapan maut menjemput
kita. Entah besok, entah lusa, entah kapan. Akan tetapi dengan keMatian
saudara kita yang secara dzahir masih segar bugar namun ajal telah
menjemputnya, sebenarnya itu sudah cukup sebagai pengingat, penyadar
dari kelalaian kita. Bahwa kita pun akan sama dengannya, akan kembali
pada Allah. Dunia akan kita tinggalkan di belakang. Dunia hanya sebagai
lahan mencari bekal. Alam akhiratlah tempat akhir kita.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” (HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292. Hadits ini hasan shahih menurut Syaikh Al Albani).
Yang dimaksud adalah keMatian. KeMatian disebut haadzim (pemutus) karena ia menjadi pemutus kelezatan dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)